Peran Guru dalam Membentuk Karakter Siswa di Era Teknologi

19 November 2025
Yayasan Pengembangan Mutu Pendidikan - Jawa Timur

Di era teknologi yang semakin maju, peran guru tidak hanya sebagai penyampai ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai pembimbing moral yang memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk karakter siswa. Perkembangan teknologi digital menawarkan berbagai kemudahan dalam kegiatan belajar mengajar, tetapi juga membawa tantangan baru yang membutuhkan perhatian serius. Kemudahan akses informasi dan penggunaan perangkat digital oleh siswa dapat memberikan dampak positif, namun sekaligus berpotensi membawa pengaruh negatif jika tidak diimbangi dengan pendidikan karakter yang kuat. Dalam konteks inilah guru memainkan peran penting sebagai fasilitator, pembimbing, dan teladan bagi siswa.

Guru menjadi figur utama yang membantu siswa memahami nilai-nilai moral di tengah derasnya arus informasi yang tidak selalu sesuai dengan usia maupun kebutuhan pendidikan. Teknologi memungkinkan siswa mengakses berbagai konten dari internet, tetapi tanpa pendampingan yang tepat, mereka dapat mengalami kebingungan dalam membedakan mana informasi yang benar, mana yang keliru, mana perilaku yang baik, dan mana yang merugikan. Di sinilah literasi digital menjadi salah satu aspek penting yang perlu diperkenalkan oleh guru. Guru harus mengajarkan siswa cara menggunakan teknologi secara bijak, bertanggung jawab, dan aman, serta menanamkan nilai integritas dalam beraktivitas di dunia maya.

Selain itu, guru juga memiliki peran dalam menanamkan nilai-nilai seperti kerja sama, disiplin, empati, dan tanggung jawab. Meskipun teknologi mempermudah proses pembelajaran, interaksi sosial tetap menjadi bagian fundamental dalam pembentukan karakter. Melalui kegiatan diskusi, kerja kelompok, serta projek kolaboratif berbasis teknologi, guru dapat membimbing siswa untuk mengembangkan kemampuan komunikasi dan rasa saling menghargai. Nilai-nilai tersebut sangat penting, terutama ketika teknologi cenderung mendorong aktivitas individual dan interaksi virtual yang minim sentuhan emosional.

Peran guru sebagai teladan (role model) juga sangat vital. Siswa tidak hanya belajar dari apa yang guru ajarkan, tetapi juga dari bagaimana guru berperilaku sehari-hari. Ketika guru menunjukkan sikap disiplin, tanggung jawab, kesopanan, serta penggunaan teknologi yang positif, siswa akan meniru sikap tersebut. Keteladanan ini membantu memperkuat nilai-nilai karakter yang ingin ditanamkan. Dalam era teknologi, teladan yang baik sangat dibutuhkan agar siswa tidak hanya menjadi pengguna teknologi yang cerdas, tetapi juga manusia yang beretika.

Di tengah peran teknologi yang semakin dominan, guru juga perlu memperkuat hubungan emosional dengan siswa. Sikap peduli, perhatian, dan komunikasi yang baik akan membantu siswa merasa dihargai dan dipahami. Hal ini sangat penting untuk menciptakan lingkungan belajar yang positif, sehingga pengembangan karakter dapat berlangsung secara alami. Teknologi dapat menjadi alat bantu, tetapi nilai-nilai kemanusiaan tetap harus menjadi fondasi utama dalam pendidikan.

Pada akhirnya, pembentukan karakter siswa di era teknologi membutuhkan kolaborasi antara guru, orang tua, dan sekolah. Guru memiliki tanggung jawab besar sebagai pendidik, pembimbing, dan teladan yang membantu siswa menghadapi dunia digital dengan bijaksana. Dengan memberikan literasi digital, mengajarkan nilai-nilai moral, memperkuat interaksi sosial, serta menjadi contoh dalam penggunaan teknologi yang bertanggung jawab, guru dapat membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga berkarakter kuat dan siap menghadapi tantangan zaman.

Pendidikan

Partner Kami